Thursday, 19 June 2014

Antara Perantauan dan Tanah Air

(i)

Berpulang ke tanah air
sesungguhnya aku sungguh sukacita

Ternampak di seberang sini
teratak di hilir kampungan melambai
sang kucing mengiau menantikan
kuda, meski kaku, masih berpusingan
rimbunan menghijau merindukan
penghuni yang sudah lama merantau

(ii)

Meninggalkan perantauan
sebenarnya ingin aku catatkan rasa duka

Ternampak di seberang sana
aku rindukan alam damai pinggiran bandaraya
pelindung hiruk-pikuk ibu kota negara
mengaji ilmu dan hikmah
menimba pengalaman dan pengajaran
mencorak cita dan cinta indah bak kirana

(iii)

Pengembara di rantauan, meski berbeda
penduduk tanah air, masih sama

Hidup di satu dunia
bersatu sebagai satu ummah
berhidup dalam satu negara
bertuhankan Yang Maha Esa
menjadi khalifah, daie dan hamba
menuju hala yang sama, redhaNya

(iv)

Berpergian di perantauan
kelak berpulang ke perkampungan

Hidup dalam keuntungan
Ayahbonda menyayangi sepenuh hati
Keluarga dan sanak-saudara berbudi memeriahkan famili
Para ilmuwan mendidik sejati ke arah ketinggian pekerti
Sahabat dan rakan yang memahami juga mengasihi
Terima kasih, Ilahi yang merestui kita dan mereka.

AirAsia AK 5134 (Kuala Lumpur – Kota Kinabalu)
Rabu, 18 Jun 2014, jam 11.05 malam.

0 comments:

Post a Comment