Posts

Showing posts from December, 2009

Andai Inilah Namanya

Andai inilah namanya sebuah kesayangan Ingin saja aku hargai kedamaian itu Andai inilah namanya sebuah penghargaan Ingin saja aku hargai keemasan itu Andai inilah namanya sebuah kebebasan Ingin saja aku hargai kenikmatan itu Andai inilah namanya sebuah kezaliman Ingin saja aku maafkan kekhilafan itu Andai inilah namanya sebuah perpisahan Ingin saja aku kenang memori silam itu Andai inilah namanya sebuah impian Ingin saja aku kejar halatuju itu Andai inilah namanya sebuah kebodohan Ingin saja aku minta lindungan dari itu Andai inilah namanya sebuah kemarahan Ingin saja aku dimaafkan dari khilaf itu Andai inilah namanya sebuah kehidupan Ingin saja aku syukuri kemanisan itu Andai inilah namanya sebuah kepergian Ingin saja aku bahagia di persemadian itu.
Tuaran, Sabah. Khamis, 31 Disember 2009, jam 11.50 pagi.

Jangan Bicarakan Tentang Jatuh

Selalunya berlaku penilaian
hanya selepas jatuh
membawa pulang lukanya
dan meletakkan di pelamin sesal
menikahkan muhasabah
apakah ada keberanian menyatakan
punca?

hanya setelah jatuh
tergumam melihat sekeliling
sebenarnya tak ada apa-apa
mengiyakan sebuah kejatuhan
yang melurutkan wajah
akal dan hati
tak ada semua ini
di tangan bergelumang niat
mencakar-cakar gusar
darahnya menjadi api membakar
rimba kebenaran

bicara tentang jatuh, jangan!
jatuh sahabat baik alpa
membenci ingat yang merubah
wajah gelabah dan putus asa
satu hari bila menjatuhkan peribadi
lihatlah apa yang berlaku selepas ini
jangan bicara tentang jatuh
sebelum mengenal bangun
yang memulakan payah
tak ada akar kesumat
cemburu atau iri hati
tumbuh antara taman-taman
mengilhami jatidiri mengasihi

HASYUDA ABADI

Tenang Sebuah Seberang Perai

Inilah ketenangan
sebuah Seberang Perai
kerna bisaku nikmati damai
bertemankan saujana cahaya Pulau Mutiara
nun di sana.

Terkenang pula
Seberang Perai ala Teluk Likas
Pulau Pinang ala Deasoka
itulah bidalan sebuah kenikmatan
menikmati kedaratan, keudaraan dan kelautan.

Malam di Bagan Ajam
malam di Teluk Likas
itulah nama keindahan tempat pijakku di Pulau Mutiara.

Taman Tun Dr. Awang, Bagan Ajam, Seberang Perai Tengah, Pulau Pinang.
Jumaat, 4 Disember 2009, jam 9.11 malam.

Ke Mana Hati Ini Tahun Esok?

Muridku,
Ke mana hati ini
di tahun esok
andai semua yang mengeliling
lari dari nazarahku
adakah itu suratan
atau kebetulan?

Muridku,
Ke mana hati ini
di tahun esok
andai aku yang pernah ihsan
aku dilaku zalim
adakah ini balasan atau mainan?

Muridku,
Ke mana hati ini
di tahun esok
andai hilang penjasaanku
ditelan sebuah kehidupan mendatang
entah sinar atau sirna
walau aku di sini
menyimpan sebuah impian
moga dapat kutumpah belas dan jasa
kepada yang sekeliling
adakah terkabul atau terbuku?

Muridku,
ke mana hati ini
di tahun esok
andai murid tak hendak berguru
andai taulan tak hendak berkawan
andai adik tak hendak berabang
bahagiakah aku atau sengsara sendiri?

Pagoh, Johor.
Selasa, 2 Disember 2009, jam 1.05 petang.



Khabar Kerinduan

Maafkan bila berhari lamanya tidak mengirim berita. Sekarang saya dalam perjalanan ke Kluang, Johor mengunjungi saudara di situ. Sebenarnya saya sihat di samping keluarga. Bagaimanapun, jauh di sudut hati gembira selalu kecuali bila bertemu sanak-saudara dan handai taulan. Jauh saya berpisah dari bumi Sabah, 1800 km jauh dari Semenanjung Malaysia. Namun, itulah, yang mengubat jiwa bila mana dapat saya bertanya khabar dengan taulan di Sabah lantas saya mendoakan keselamatan mereka. Moga dimakbulkan. Takbir Aidiladha mendayu dalam jiwa menangisi kejauhan dua wilayah di Malaysia. Apa pun, selamatlah saya dengan kejayaan majlis munakahat sepupu saya di Seremban, Negeri Sembilan. Saya akan ke Butterworth, Pulau Pinang, 3 hari dari sekarang meraikan sepupu baru. Akhirnya, doa saya, semoga semuanya selamat selamanya... Amin!